Saya Punya Nama Kok

Dari dulu saya paling sebel kalo ada orang yang manggil saya tanpa nyebutin nama saya, soalnya saya jadi nggak tau orang itu manggil saya apa manggil orang lain. Paling sebel dengernya kalo dipanggil Om, Gan, Boss ( Saya Nggak Gendut ), dan Kakak ( Saya bukan ketua OSIS ). Yang lainnya bebas-bebas aja, boleh panggil saya Bang, Mas, Pak, Man/Men atau nama (sebaiknya Bud terasa lebih akrab, tanpa ada tambahan “Jem” di depannya) atau yang lainnya. Dipanggil “koko” juga saya senang, lebih berasa dipercaya oleh etnis non pribumi ( Tionghoa ) dan menyatu dengan mereka rasanya.

Yang sangat sering terjadi, memang kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain dalam memanggil atau menyebutkan kita. Tapi dalam komunikasi resmi, orang yang ngerti etika komunikasi biasanya sih nanya dulu, “Saya manggil apa ya sebaiknya?”.  Baru kita sarankan, kita lebih nyaman dipanggil apa.

Contohnya,”Panggil saja saya ‘Eh Satan’!”.

Translate this post
        
        
  

Satu Komentar

  1. Pernah di panggil Ko Budi emang? Sama dong :Yb

Tinggalkan Balasan

[+] kaskus emoticons
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes